Kamis, 11 Desember 2014 0 komentar

Array

Array adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama.
 Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan subscript. Sebuah subscript berupa bilangan di dalam kurung siku.
 
Array dapat dibedakan menjadi :

1. Array berdimensi satu
2. Array berdimensi dua
3. Array berdimensi tiga

Array Berdimensi Satu

      Contoh array berdimensi satu, misalnya menginputkan 5 buah data temperatur. Dan kelima data tersebut disimpan pada array bernama suhu.

Contoh 1 :
#include
#include

void main()
{
float suhu[5]; 

// array dengan 5 elemen bertipe float
// Membaca data dari keyboard dan meletakkan ke array
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl; 

for (int i=0; i<5; i++) 

cout << i + 1 << " : "; cin >> suhu[i];
}
 

// Menampilkan isi array ke layar
cout << "Data suhu yang dimasukkan : " << endl; 

for (i=0; i<5; i++) 
cout << suhu[i] << endl; 

Mendefinisikan array 
Float suhu[5]; float : Tipe elemen array suhu : Nama array [5] : Jumlah elemen array Maka array suhu dapat menyimpan data sebanyak 5 buah.  Subscript dari array selalu dimulai dari nol. Misal, jika jumlah elemen array [5], maka index dari array tersebut yaitu 0, 1, 2, 3, 4.  Mengakses elemen array Setelah suatu array didefinisikan, elemen array dapat diakses dengan bentuk : suhu[i] menyatakan “elemen suhu dengan subscript sama dengan i” Perintah seperti cin >> suhu[i]; berarti “membaca data dari keyboard dan meletakkan ke elemen nomor i pada array suhu”.
Perintah seperti cout >> suhu[i]; berarti “menampilkan elemen bernomor i pada array suhu”.


Contoh 2 :
#include
#include

const int jum_data = 5;
void main()
{
float suhu[jum_data]; // array suhu
float total; // untuk menampung total suhu

// Membaca data dari keyboard dan meletakkan ke array
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl; for (int i=0; i<5; i++) { cout << i + 1 << " : "; cin >> suhu[i];
}
// Menghitung nilai rata-rata
total = 0; // Mula-mula diisi dengan nol
for(i=0; i<< "Suhu rata-rata= " << total/jum_data << endl; }  Memberikan nilai awal terhadap array Seperti halnya variabel biasa, array juga dapat diberi nilai awal (diinisialisasikan) pada saat didefinisikan. Misalnya: int jum_hari[12]={ 31, 28, 31, 30, 31, 30, 31, 31, 30, 31, 30, 31}; Catatan: C++ secara otomatis akan memberikan nilai awal nol terhadap array yang bersifat global. Jika bersifat lokal, maka harus diatur terlebih dahulu. Contoh 3 : #include
#include
#include

void main()
{
// Pendefinisian array jum_hari dan pemberian nilai awal
int jum_hari[12]={ 31, 28, 31, 30, 31, 30, 31, 31, 30, 31, 30, 31 };
// Tampilkan isi jum_hari
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl; for (int i=0; i<12; i++) { cout << "jum_hari[" << i << "] =" << jum_hari[i] << endl; } } Array Berdimensi Dua Sebagai gambaran, data kelulusan dari jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika, dan Teknik Komputer dari tahun 1992 hingga 1995. Nama 1992 1993 1994 1995 Teknik Informatika 35 45 80 120 Manajemen Informatika 100 110 70 101 Teknik Komputer 10 15 20 17  Mendefinisikan array berdimensi dua Bentuk diatas dapat dibentuk dalam array berdimensi dua, pendefinisiannya : int nilai[3][4]; Pada pendefinisian di atas :  3 menyatakan jumlah baris (mewakili nama)  4 menyatakan jumlah kolom (mewakili nilai)  Mengakses array berdimensi dua Masing-masing elemen di dalam array berdimensi dua dapat diakses dengan bentuk : Baris dan kolom dimulai dari 0. Contoh pengaksesan elemen array berdimensi dua : 1. data_lulus[1][2] = 5; Merupakan instruksi untuk memberikan nilai 5 ke baris 1 kolom 2. 2. cout << data_lulus[1][2]; Merupakan perintah untuk menampilkan elemen data_lulus dengan subscript pertama (baris) berupa 1 dan subscript kedua (kolom) bernilai 2. Contoh 4 : #include
#include

void main()
{
int data_lulus[3][4]; // Array berdimensi dua
int tahun, jurusan;

// Memberikan data ke elemen array data_lulus
data_lulus[0][0] = 35; // TI - 1992
data_lulus[0][1] = 45; // TI - 1993
data_lulus[0][2] = 90; // TI - 1994
data_lulus[0][3] = 120; // TI - 1995
data_lulus[1][0] = 100; // MI - 1992
data_lulus[1][1] = 110; // MI - 1993
data_lulus[1][2] = 70; // MI - 1994
data_lulus[1][3] = 101; // MI - 1995
data_lulus[2][0] = 10; // TK - 1992
data_lulus[2][1] = 15; // TK - 1993
data_lulus[2][2] = 20; // TK - 1994
data_lulus[2][3] = 17; // TK - 1995

// Proses untuk memperoleh informasi kelulusan
while(1)
{
cout << "Jurusan (0 = TI, 1 = MI, 2 = TK): "; cin >> jurusan;
if ((jurusan==0) || (jurusan==1) || (jurusan==2))
break; // keluar dari while
}
while(1)
{
cout << "Tahun (1992 - 1995): "; cin >> tahun;

if ((tahun >= 1992) && (tahun <= 1995)) { tahun -= 1992; // konversi ke 0, 1, 2 atau 3 break; // keluar dari while } } cout << "Jumlah yang lulus = " << data_lulus[jurusan][tahun] << endl; } Melewatkan Array Sebagai Argumen Fungsi  Array juga dapat berkedudukan sebagai parameter di dalam fungsi. Misalnya : const int MAKS = 5 int data[MAKS]; Dari data di atas, fungsi yang menerima array di atas dapat dibuat prototipe-nya sebagai berikut : void inisialisasi_data(data[MAKS]); Dan deklarasi fungsi sebagai berikut : void inisialisasi_data(data[], int & jumlah); Pada contoh kedua, tanda di dalam tanda [ ] tidak terdapat apa-apa dan parameter kedua digunakan untuk menyatakan jumlah elemen array serta berkedudukan sebagai referensi (bisa diubah dari dalam fungsi inisialisasi_data()). Contoh 5 : #include
#include
#include
#include

0 komentar

Pengertian, Bentuk Umum, Contoh Program ARRAY C++



Salam buat para sahabat blogger....

Terkadang susah juga untuk menulis isi blog,namun itu semua karena kepadatan schedule di dunia nyata saja, sehingga agak susah menulis di blog...

OKE, kali ini saya ingin berbagi tentang ARRAY pada C++.
ARRAY Banyak digunakan saat perhitungan bilangan matrix dan mengurutkan bilangan terkecil ke yang terendah....

Pada dasarnya konsep ARRAY C++ sama dengan bahasa pemprograman lainnya, seperti PASCAL, VB, DELPHI, PHP dan masih banyak lagi.

Dalam hal ini kita akan mempelajari Pengertian, Bentuk Umum, Contoh Program ARRAY C++. PENGERTIAN ARRAY.

Untuk lebih lanjut dan tidak berlama-lama mari kita lihat penjelasan berikut ini...



ARRAY adalah himpunan elemen (variabel) dengan tipe yang sama dan disimpan secara berurutan didalam memory yang ditandai dengan pemberian indeks pada suatu nama variabel. Contohnya, kita dapat menyimpan 5 nilai dengan tipe data int tanpa harus mendeklarasikan 5 identifier variabel yang berbeda. Perhatikan contoh di bawah ini :
0
1
2
3
4






Nil
Bagian kosong diatasmempresentasekan elemen array, dalam kasus ini adalah nilai integer. Angka 0-4adalah indeks dan selalu dimulai dengan angka 0. Seperti penggunaan variabel pada umumnya, array harus dideklarasikan terlebih dahulu dengan format sbb:
                tipe data nama [element];
Maka contoh array diatas dideklarasikan sbb:
                int budi [5];
Ketika mendeklarasikan variabel lokal (didalam fungsi), jika tidak dibeikan nilai maka isi dari array tidak akan ditentukan (undetermined) sampai nilai diberikan. Jiak pendeklarasian array global (diluar semua fungsi) maka isi dari array akan diinisialisasikan sebagai 0 :
                int budi [5];


Maka setiap elemen array budi akan di-inisialisasikan sebagai 0
0
1
2
3
4
0
0
0
0
0
Nil
Atau dideklarasikan dengan memberikan nilai array yang dituliskan dalm kurung kurawal :
int budi [5] = {16,2, 77, 40, 1207};
Maka elemen array budi berisi :
0
1
2
3
4
0
0
0
0
0
Nil
Nilai array dapat diakses secara individual, dengan format :
                nama [indeks];
Maka dari contoh sebelumnyanama yang di gunakan untuk mengakses masing-masing elemen :
(budi) 0
(budi) 1
(budi) 2
(budi) 3
(budi) 4
0
0
0
0
0
Nil
Misalnya akn di simpan nilai 75 pada elemen ketiga, mak intruksinya :
                budi [2] = 75;
Dan jika nilai elemen ketiga tadi akan di berikan ke variabel a, maka dapat di tuliskan :
                a = budi [2];

contoh :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int budi [5] ;
budi [0]=76;
budi [1]=65;
budi [2]=87;
budi [3]=43;
budi [4]=25;
cout<<budi[3]<<endl<<budi[2];
getch();
}

Tampilannya :
43
87

C. Arraysebagai parameter
Adakalanya array diberikan kedalam fungsi parameter. Dalam c++  tidak memungkinkan untuk pass by value satu blok memory sebagai poarameter satu fungsi. Untuk menggunakan array sebagai parameter maka harus dilakukan saat pendeklarasian fungsi yang  merupakan spesifikasi tipe array pada argumen, contoh :

void fungsi (int arg []);
dalam fungsi ini elemen array dapat diakses seperti biasanya. Sedangkan mengirim array kedalam fungsi tersebut, cukup dituliskan nama array yang akan di kirim kedalam parameter fungsi tersebut.
Array berdimensi banyak dapat dikirimkan kedalam fungsi dengan cara yang mirip dengan array satu dimensi, tetapi besar semua dimensi array kecuali dimensi pertama harus dideklarasikan pada parameter fungsi. Contoh :
Void  fungsi2 (float matrix [][5]
Atau
Void  fungsi2 (float matrix [6][5] )

D. Arrayberdimensi satu
Bentuk umum :

Tipe nama_var [ukuran];
                Atau
Float nilai_ujian [5];

Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
int main()
{
int square[100];
int i; /*loop index*/;
int k; /*the integer*/
/*calculate the squares */
for (i=0; i<10; i++)
{
k= i+1;
square[i]=k*k;
printf("\nPangkat dari %d adalah %d ", k, square[i]);
}
getch();
}
Penjelasan
Dari program diatas anda dapat melihat ada 10 elemen yang masing-masing nilainya dapat dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Diman dalam memory sudah di pesam tempat sebanyak 100. Sedangkan apabila array akan dikirimkan kesebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti tanda apapun.

E. Arrayberdimensi dua
Struktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi sehingga variabelnya disebut variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut array berdimensi dua.
                Contoh :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int matrix[3][3];
int i,j;

for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<"Masukkan angka pada baris ke "<<i<<" kolom ke "<<j<<" : ";
cin>>matrix[i][j];
}
cout<<endl;
}
for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<matrix[i][j]<<" ";
}
cout<<endl;
}
getch();
}

Tampilan listing di atas....
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 0 : 6
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 1 : 3
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 2 : 8

Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 0 : 2
Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 1 : 5
Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 2 : 8

Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 0 : 1
Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 1 : 5
Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 2 : 8

6 3 8
2 5 8
1 5 8

Sumber referensi : Modul Perpustakaan DCC




Catatan blog : diambil dari http://akilhacker.blogspot.com
0 komentar

Array pada C++


Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.


Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.
Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :
1. Array satu dimensi
Setiap elemen array dapat diakses melalui index
Index array secara default dimulai dari 0
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array[ukuran]
2. Array dua dimensi
Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [baris][kolom]

3.Array multidimensi
Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [ukuran 1][ukuran 2] . . . [ukuran N]
Perbedaan array dengan tipe data lain :
Array dapat mempunyai sejumlah nilai, sedangkan tipe data lain hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.
Array dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai tipe data lain data (char, int, float, double, long, dll) yang sama dengan satu nama saja.
Selain itu, array dapat berupa satu dimensi atau lebih, sedangkan tipe data lain hanya berupa satu dimensi.
Array juga dapat digunakan sebagai parameter. Jenisnya :
a. Array dimensi satu sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dimensi satu merupakan pengiriman secara acuan/referensi, karena yang dikirimkan adalah alamat dari elemen pertama arraynya, bukan seluruh nilai-nilai elemenya. Alamat elemen pertama dari array dapat ditunjukkan oleh nama lariknya yang tidak ditulis dengan indeknya.
b.Array dua dimensi sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dua dimensi hampir sama dengan pengiriman parameter array satu dimensi, hanya saja perbedaannya adalah dalam array dua dimensi harus menyebutkan baris dan kolom array dimensi dua tersebut, mendeklarasikan MAX_ROWS dan MAX_COLS yang digunakan untuk pengiriman parameter array dua dimensi dan pada saat pengiriman parameter formal array dua dimensi, kita harus menyebutkan banyaknya dimensi array untuk kolom, sehingga ukuran kolom dapat diketahui, hal ini berkaitan dengan pemesanan variabel array di memori.
Contoh 1. Penggunaan array dalam C++:
Program di bawah ini untuk membaca data kemudian menampilkannya.
#include
#include
void main()
{
int data[10]; // array dengan 10 elemen bertipe integer
int elemen;
clrscr();
// entri 10 data
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “;
cin >> data[elemen];
}
// tampilkan data setelah entri
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
NB: Dalam C/C++ elemen array dimulai dari 0.
Contoh 2. Program untuk menampilkan data array dari hasil inisialisasi:
#include
#include
void main()
{
int data[5] = {4, 1, 0, -9, 8};
int elemen;
clrscr();
// tampilkan data
for (elemen=0;elemen <= 4;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
Contoh 3. Program untuk mencari data dari array, dan menampilkan nomor
elemennya:#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, ketemu;
cout << “Data yang dicari : “;
cin >> x;
ketemu = 0;
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen] == x)
{ ketemu =
!
ketemu;
break;
}
}
if (ketemu == 0) cout << “Data tidak ditemukan “;
else cout << “Data ada di elemen : “ << elemen;
}
Contoh 4. Program untuk menampilkan data terbesar (maks) dari suatu array:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, max;
max = data[0];
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen]>max) max = data[elemen];
else max = max;
}
cout << “Nilai maksimum adalah : “ << max;
}
Array di atas adalah array dimensi satu. Bagaimana dengan array dimensi dua?
Berikut ini contoh penggunaan array dua dimensi:
#include
#include
void main()
{
int j, k;
int data[5][3] =
{
{3, 4, -1},
{2, 3, 0},
{1, 1, 2},
{5, 9, -4},
{6, 6, 2}
};
for (j = 0; j<=4; j++)
{
for (k = 0; k<=2; k++)
cout << “data[“ << j << “][“<< k << “] = “ << data[j][k] << endl;
}
}


sumber = http://wistaprawista.wordpress.com
0 komentar

Struktur pada C++

A. Definisi Struktur
Struktur yaitu pengelompokan dari variabel-variabel yang bernaung dalam satu nama yang sama. Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi  yang berkaitan dengan sebuah kesatuan, atau biasanya disebut dengan record.

B. Mendeklarasikan struktur
Cara mendeklarasikan struktur adalah dengan menggunakan kata kunci struct.
Contoh :

struct struktur _psd{
                        char kode[5];
                        char nama[30];
                        int unit;
                        float harga;
                    };
  Struct struktur _psd persediaan_pusat, persediaan cabang;

            Struktur tersebut diberi nama struktur_psd yang memepunyai lima buah elemen, yaitu kode [5] dan nama [30] bertipe char, sedangkan unit bertipe int dan harga bertipe float. Struktur_psd merupakan nama tipe data struktur dari lima elemen tersebut, bukan nama dari suatu variabel struktur. Sedangkan persediaan_pusat dan persediaan_cabang merupakan variabel-variabel yang mempunyai tipe data struktur_psd. Cara lain untuk mendeklarasikan struktur sebagai berikut:

struct struktur_psd{
                     char kode[5];
                     char  nama[30];
                     int unit;
                     float harga;
                    }
persediaan_pusat,persediaan_cabang;

Untuk deklarasi seperti di atas, sebenarnya kata struktur_psd dapat juga tidak dituliskan.

Contoh program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
struct data_tanggal
{
int tanggal;
int bulan;
int tahun;
};
data_tanggal tgl1, tgl2;
tgl1.tanggal = 1;
tgl1.bulan = 9;
tgl1.tahun = 1979;
tgl2 = tgl1;
// atau
tgl2.tanggal = tgl1.tanggal;
tgl2.bulan = tgl1.bulan;
tgl2.tahun = tgl2.tahun;
cout << tgl1.tanggal << ‘/’ << tgl1.bulan << ‘/’ << tgl1.tahun << endl;
cout << tgl2.tanggal << ‘/’ << tgl2.bulan << ‘/’ << tgl2.tahun << endl;
}

C. Typedef
Ada juga penulisan struktur sperti di bawah ini :     
typedef struct{
             char kode[5];
             char nama[20];
             int jml;
             float harga;
            }psd;

psd persediaan_barang;     //pendefenisian nama variabel baru
       
        Dengan menggunakan “typedef”, struktur psd didefinisikan kembali dengan nama baru tanpa menggunakan kata “struct” di awal nama baru tersebut.

D. Struktur dalam Struktur
           Suatu struktur juga bisa mengandung struktur yang lain. Sebagai gambaran, ditunjukkan pada contoh di bawah ini : 

struct data_pegawai
{
int nip;
char nama[30];
data_tanggal tanggal_lahir;
}rec_peg;

        Pada contoh ini, terdapat pendeklarasian struktur bernama data_pegawai dan sekaligus pendefinisian variable struktur bernama rec_peg. Gambar di bawah ini menunjukkan anggota dari variable rec_peg.

E. Perbandingan 2 Buah Struktur
Untuk membandingkan 2 buah struktur, masing-masing unit harus dibandingkan sendiri-sendiri,Contoh:
if ((tgl1.tanggal == tgl2.tanggal) && (tgl1.bulan == tgl2.bulan) && (tgl1.tahun == tgl2.tahun))
cout << “Isi strukturnya sama”;
else cout << “Isi struktur tak sama”;


F. Struktur dalam Fungsi
Suatu struktur juga dapat digunakan untuk argumen/parameter suatu fungsi (function).Contoh:

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
struct data
{
int x;
int y;
};
void tampilkan(data nilai)
void main()
{
data nilaiku;
nilaiku.x = 10;
nilaiku.y = 16;
tampilkan(nilaiku);
}
void tampilkan(data nilai)
{
cout << “Nilai x = “ << nilai.x << endl;
cout << “Nilai y = “ << nilai.y << endl;
}

G. Struktur dalam Pointer

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

//Deklarasi struktur
struct koordinat
{ int x, y; };

void ubah_posisi(koordinat *posisi) //prototipe
void main()
{
koordinat posisi; //Definisi variable struktur
posisi.x = 10;
posisi.y = 30;
cout << ”Isi semula : x = ” << posisi.x
<< “ y = ” << posisi.y << endl;
ubah_posisi(&posisi); //parameter berupa alamat
cout << ”Isi sekarang : x = ” << posisi.x
<< “ y = ” << posisi.y << endl;
}
//Definisi fungsi
void ubah_posisi(koordinat *posisi)
{
(*posisi).x = 100;
(*posisi).y = 300;
}

_______________________________________

[RS]



sumber = http://nblognlife.blogspot.com
 
;